Baru-baru ini, sebuah dokumen yang berisi kredensial penting berupa username dan password untuk mengakses server Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) telah tersebar luas di internet. Diduga, dokumen ini menjadi sumber dari insiden peretasan dan ransomware yang menyerang server PDNS.
Dalam dokumen tersebut, ditemukan bahwa password yang digunakan untuk mengakses data-data kependudukan ternyata tergolong mudah ditebak atau sering digunakan. Fakta ini menunjukkan kelemahan serius dalam kebijakan keamanan kata sandi di PDNS.
Dokumen tersebut, yang diduga diunggah oleh "orang dalam" di situs berbagi dokumen Scribd, mengungkapkan bahwa akses ke server milik Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menggunakan password "Admin#1234". Menurut situs penyedia layanan password manager, NordPass, kata "admin" dan angka "12345" serta kombinasinya termasuk dalam daftar password yang paling banyak digunakan dan mudah dibobol.
Meskipun ada modifikasi dengan huruf kapital dan karakter unik, waktu yang dibutuhkan untuk membobol password tersebut tetap relatif singkat. Sebagai contoh, password "admin@123", yang menurut NordPass berada di urutan ke-55 paling sering dipakai di dunia, hanya memerlukan waktu sekitar 34 menit bagi seorang hacker untuk membobolnya.
Baca ini juga :» Dirjen Aptika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan Resmi Mengundurkan Diri Setelah Kasus PDN!
» Hacker Brain Cipher Tepati Janji, Kunci Enkripsi Data PDN Sudah Diberikan Secara Gratis!
» Hacker Brain Cipher Bakal Kasih Kode Enkripsi PDN Secara Gratis!
» Ransomware Ramai Kembali! Ini 7 Tips Sederhana Untuk Mencegahnya!
» BSSN Ungkap Penyebab Server PDN Bisa Diserang Ransomware Karena Windows Defender nge-Crash!
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Hadi Tjahj...

1 tahun yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)