Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Korea Selatan tidak terlalu senang dengan investasi besar-besaran Hyundai di Amerika Serikat, terutama karena ketegangan dengan pemerintahan Donald Trump terkait kesepakatan perdagangan baru masih berlanjut. Bahkan, seorang anggota parlemen bahkan menuduh Hyundai mencoba mengambil hati presiden Donald Trump.
Disitat dari Carscoops, hanya dua pekan setelah pabrik besar Hyundai di Georgia digerebek oleh agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai AS, dan ratusan pekerja Korea ditahan, pembuat mobil itu mengumumkan rencana untuk meningkatkan investasi Amerika sebesar 32 persen, sehingga totalnya mencapai US$ 11,6 miliar.
Keputusan ini terasa kurang mengenakkan di Korea Selatan. Banyak pihak di Negeri Ginseng tersebut, telah memperingatkan bahwa penggerebekan itu dapat menghambat perusahaan lokal untuk berekspansi ke Amerika Serikat, dan waktu yang dipilih Hyundai justru menambah kekhawatiran.
Saat berbicara dengan awak media baru-baru ini, Menteri Perindustrian Korea Selatan, Kim Jung-kwan menggambarkan waktu investasi tersebut sebagai sesuatu yang sangat disesalkan.
"Kami sampaikan kepada Hyundai bahwa tindakan (mereka) sangat disesalkan, terutama mengingat upaya kami telah dilakukan demi kebaikan industri Hyundai dan Kia," ujar Kim.
"Saya yakin Hyundai kini sepenuhnya memahami sentimen publik Korea," tambahnya.
Menurut South China Morning Post, sejumlah pejabat...

7 bulan yg lalu


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427634/original/072065500_1764403694-IMG-20251129-WA0029.jpg)


![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)