1 tahun yg lalu

Tekan Impor LPG, Pemerintah Kebut Perluasan Jaringan Gas Pulau Jawa


Liputan6.com, Jakarta PT PGN Tbk selaku Subholding Gas Pertamina sejalan dengan dengan pemerintah untuk lebih masif dalam mengembangkan jargas rumah tangga. Hal ini merupakan salah satu upaya pemerintah menyediakan substitusi gas tabung yaitu dengan menggunakan jargas.

Anggota Komite BPH Migas Iwan Prasetya Adhi mengatakan, saat ini pipa transmisi dari Semarang ke Batang sudah dibangun. Pipa tersebut mengalirkan gas dari berbagai macam sumber seperti JTB dan Jawa Timur (Jatim).

Harapan pemerintah adalah jaringan pipa dapat menyambung dari Aceh sampai Jatim. Supaya nanti kelebihan gas yang ada di Aceh ataupun Jatim bisa dialirkan ke tempat yang ada kelangkaan LPG.

“Pak Menteri (ESDM) juga sudah mencanangkan, tolong untuk Pulau Jawa dimaksimalkan untuk jaringan gas ke rumah tangga, supaya bisa mengurangi penggunaan LPG yang sebagian besar masih impor. Kalau kita bisa memakai jargas untuk rumah tangga, maka masyarakat bisa menikmati gas bumi sebagaimana menikmati air PDAM,” ujar Iwan, Rabu (13/11/2024).

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Harry Budi Sidharta mengungkapkan, peran PGN yang cukup krusial dalam pengembangan jargas. PGN juga memastikan bahwa dalam setiap tahap pengembangan jargas, PGN senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah.

“LPG sebagian besar masih impor, ini yang menjadi concern pemerintah bahwa bebannya semakin lama semakin tinggi sehingga mengakibatkan deficit fiscal. Dengan semakin banyak jargas, maka akan mengurangi impor LPG,” ujar Harry.

Harry menyampaikan bahwa PGN menargetkan dapat menyelesaikan sebanyak 400.000 Sambungan Rumah (SR) pada tahun 2025. Jargas tersebut merupakan program jargas yang dibangun sejak tahun 2021, menggunakan investasi mandiri PGN atau biasa disebut dengan nama produk GasKita. Secara ...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang