Liputan6.com, Jakarta - Pengamat Transportasi dari Institut Studi Transportasi (INSTRAN), Darmaningtyas menilai persiapan pemerintah dalam menyambut arus mudik Lebaran tahun ini terasa cukup berlebihan.
"Terkait dengan persiapan pemerintah menyambut persiapan mudik lebaran terasa cukup berlebihan," kata Darmaningstyas, Kamis (3/4/2025).
Hal ini didasarkan pada hasil survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan yang memperkirakan sekitar 146 juta orang berpotensi melakukan perjalanan mudik. Berdasarkan hasil survei tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan merumuskan kebijakan penyelenggaraan angkutan mudik Lebaran.
Namun, Darmaningtyas menyoroti kebijakan yang diambil lebih banyak bertumpu pada hasil survei semata, tanpa mempertimbangkan evaluasi lapangan terhadap pelaksanaan mudik tahun sebelumnya maupun kondisi sosial ekonomi masyarakat saat ini.
"Sayang dalam perumusan kebijakan ini hanya mendasarkan hasil survei saja, tidak mendasarkan pada evaluasi lapangan pelaksaan mudik lebaran 2024 maupun kondisi sosial ekonomi masyarakat," ujarnya.
Menurut dia, jika mengacu pada evaluasi arus mudik Lebaran 2024 serta kondisi ekonomi nasional, jumlah pemudik diperkirakan tidak akan sebanyak yang diproyeksikan dalam survei.
Soroti Kebijakan Pelarangan Operasional Truk selama Mudik Lebaran
Oleh karena itu, menurut dia, persiapan yang dilakukan tidak perlu berlebihan, termasuk kebijakan pelarangan kendaraan truk sumbu tiga selama 16 hari yang dinilai terlalu panjang.
"Bila mendasarkan pada hasil evaluasi arus mudik Lebaran 2024 dan kondisi perekonomian nasional, maka persiapannya tidak perlu berlebi...

1 tahun yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)