Jakarta -
Pengalaman buruk yang Bunda rasakan selama hamil ternyata bisa memengaruhi sifat atau temperamen bayi setelah lahir. Pengalaman buruk ini bisa berupa stres atau rasa cemas.
Psikolog perkembangan dan penulis Diana Divecha, Ph.D., mengatakan bahwa dalam 15 tahun terakhir, penelitian terhadap ibu dan bayi menunjukkan bahwa keadaan emosi seorang ibu hamil, terutama stres, kecemasan, dan depresi, dapat mengubah perkembangan anak dengan konsekuensi jangka panjang. Demikian seperti dilansir laman Developmental Science.
Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Society for Research in Child Development tahun 2006 pernah mempelajari kaitan stres saat hamil dan perkembangan anak. Studi ini mempelajari ibu hamil yang sehat secara mental, berpendidikan tinggi, dan memiliki kehamilan berisiko rendah.
Di pertengahan masa kehamilan, peneliti mengukur tingkat tekanan psikologis ibu hamil (stres, kecemasan, dan depresi). Setelah bayi lahir, peneliti lalu menguji perkembangannya saat bayi berusia 6 minggu dan 2 tahun.
Peneliti menemukan bahwa bayi yang dilahirkan dari ibu yang mengalami tekanan ringan hingga sedang memiliki perkembangan fisik dan mental yang lebih maju.
Sementara pada penelitian lain menunjukkan bahwa stres yang dialami ibu hamil bisa bermanfaat untuk otak janin. Otak mereka menjadi lebih cepat matang, dan memiliki konektivitas antar neuron yang lebih cepat.
Lantas, apa ini berarti ibu hamil harus mengalami stres agar perkembangan otak janinnya meningkat?
Tentu saja tidak ya, Bunda. Tekanan normal yang dialami hidup seorang Bunda setiap harinya sudah dirasa cukup. Adanya tekanan tambahan atau terlalu banyak stres justru bisa berbahaya.
Stres berat selama hamil telah dikaitkan dengan keguguran, kelahiran p...

1 tahun yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)