1 tahun yg lalu

Simalakama Harga BBM: Tak Naik APBN Jebol-Naik Inflasi Meroket!


Jakarta -

Kebijakan harga BBM bakal membuat pemerintah dalam kondisi dilema. Pemerintah bakal memutuskan apakah harga BBM akan dinaikkan di bulan Juli mendatang usai ditahan hingga akhir bulan Juni ini.

Bila dilihat dari sudut pandang kesehatan anggaran APBN, Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro menilai sudah saatnya harga BBM dinaikkan. Tiga faktor pendorongnya adalah harga minyak dunia yang tinggi, depresiasi nilai tukar rupiah, dan produksi minyak yang tak capai target membuat keran impor bertambah.

Dari kondisi tersebut, Komaidi menilai ruang fiskal APBN sudah berada pada posisi yang cukup berat dan butuh penyesuaian. Maka dari itu, kenaikan harga BBM bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan anggaran negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau lihat ruang fiskalnya sebetulnya sudah dalam posisi agak berat, logisnya sih memang sharing beban, artinya sebagian dibebankan ke konsumen, ada kenaikan tapi terbatas," kata Komaidi ketika dihubungi detikcom, Rabu (26/6/2024).

Namun menurutnya, pemerintah bisa saja mengambil pertimbangan politis untuk tidak menaikkan harga BBM. Dia tak mau banyak menganjurkan dan memberikan pilihan kebijakan kepada pemerintah.

"Cuma kalau pertimbangan politis akan berbeda, karena kan berapapun cost-nya akan dibayar. Sekarang ya kembali ke pemerintah," sebut Komaidi.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gajah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengingatkan bila pemerintah menaikkan harga BBM, artinya pemerintah akan menyulut meroketnya tingkat inflasi. Harga-harga komoditas penting di Indonesia kemungkinan akan naik.

Fahmy mengatakan pemerintah juga harus menahan tingkat inflasi tidak naik signifikan. Bila BBM naik, Fahmy khawatir daya beli masyarakat akan menurun digilas inflasi.

"Kalau harga BBM naik ini a...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang