Siasat Bisnis 'Makan Sepuasnya' Hadapi Penurunan Daya Beli
Ayo bagikan!
Penurunan daya beli masyarakat di tengah pelemahan nilai tukar dan era suku bunga tinggi turut mengkhawatirkan pelaku bisnis dan dunia usaha termasuk bisnis food and beverage (F&B).
CEO PT Sabika Garuda Kapital, Nofel Saleh Hilabi menyebutkan penurunan daya beli sudah dirasakan di bisnis AYCE (All You Can Eat). Pelemahan nilai tukar telah mengerek biaya produksi sementara harga jual sulit untuk dinaikkan di saat masyarakat lebih berhitung saat belanja membuat pengusaha AYCE memutar otak untuk dapat mempertahankan kualitas namun tetap dapat meningkatkan penjualan.
Salah satu strategi yang bisa dilakukan bisnis AYCE saat ini adalah memperluas keragaman paket makanan, diantaranya menyediakan menu ala carte. Cara ini bisa mengakomodir pelanggan yang tetap ingin mendapatkan paket makanan berkualitas baik dengan harga hemat.
Seperti apa bisnis AYCE menghadapi efek pelemahan daya beli ke bisnis kuliner? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan CEO PT Sabika Garuda Kapital, Nofel Saleh Hilabi dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Kamis, 11/07/2024)
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT