Liputan6.com, Jakarta Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa, dibutuhkan tata kelola dan fasilitas pendukung yang baik untuk mendatangkan investor asing menanamkan modalnya pada sektor energi terbarukan di Indonesia.
"Untuk mereka (investor) berinvestasi (di Indonesia), yang berhubungan dengan tata kelola yang berkelanjutan dan berkesinambungan dari lingkungan hidup, itu menjadi salah prioritas utama,” ujar Rosan dalam pidatonya di St.Regis Jakarta, Selasa (17/9/2024).
“Sebagai contoh, mereka mau bikin EV (mobil listrik) di sini, harus ada manufaktur. Mereka inginnya ya tenaga energinya dari energi yang bersih," sambungnya.
Rosan pun mengakui, investor asing sangat selektif dalam memilih mitra.
Maka dari itu, terkait energi hijau maka fasilitas pendukungnya juga harus menggunakan energi bersih.
"Makanya kita akan mencoba mendorong pembangunan industrial estate yang berbasis clean energy," ucap Rosan.
Insentif
Selain itu, Pemerintah juga memberikan insentif agar ekosistem energi hijau bisa semakin berkembang.
“Kalau tidak (difasilitasi), nanti kita akan tertinggal oleh banyak negara, terutama paling gampang dengan negara-negara tetangga kita," jelas dia.
Di sisi lain, Rosan juga melihat, Indonesia masih kekurangan SDM yang memiliki pengalaman di sektor energi hijau. Maka dari itu, investasi pada pendidikan juga diperlukan untuk meningkatkan sumber daya manusianya.
"Pendidikan vokasi berperan penting untuk peningkatan sumber dari manusia kita ke depan. Oleh sebab itu, pendidikan vokasi training and education di pemerintah melihat bahwa perlu diberikan...

1 tahun yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)