
Respons Ancaman Trump, Hamas Klaim AS Dukung Israel Perketat Pengepungan Gaza (Reuters)
JAKARTA – Hamas mengklaim Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memberikan dukungan kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk menarik diri dari perjanjian gencatan senjata di Gaza dan memperketat pengepungan terhadap warga Palestina. Tuduhan ini muncul setelah Trump mengeluarkan ancaman keras terhadap Hamas melalui media sosial pada Rabu (5/3/2025).
Dalam unggahannya, Trump menuntut Hamas segera membebaskan seluruh sandera, termasuk yang telah meninggal, dengan mengatakan, "atau semuanya berakhir bagi Anda." Ia juga memperingatkan warga Gaza bahwa mereka akan "Mati" jika sandera tidak segera dibebaskan.
Pernyataan ini menuai kritik keras, termasuk dari Pelapor Khusus PBB untuk Wilayah Palestina yang Diduduki, Francesca Albanese. Ia menyebut ancaman Trump sebagai dorongan untuk hukuman kolektif, yang melanggar hukum internasional.
1. Ancaman Trump dan Respons Hamas
Dilansir dari Reuters, ancaman Trump datang di tengah kabar bahwa seorang utusan AS telah mengadakan pembicaraan rahasia dengan Hamas. Langkah ini dianggap menyimpang dari kebijakan AS yang selama puluhan tahun menolak bernegosiasi dengan Hamas, yang dianggap sebagai organisasi ekstremis oleh Washington.
Dilansir dari Reuters, juru bicara Hamas, Abdel-Latif Al-Qanoua, menilai ancaman Trump hanya memberi dukungan bagi Israel untuk menghindari perjanjian gencatan senjata dan semakin memperketat blokade terhadap Gaza.
"Ancaman berulang Trump terhadap rakyat kami merupakan dukungan kepada Netanyahu untuk menghindari perjanjian dan memperketat pengepungan dan kelaparan terhadap rakyat kami," kata juru bicara Hamas Abdel-Latif Al-Qano...

1 tahun yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)