1 tahun yg lalu

Paus Fransiskus: Kekuatan Militer Hanya untuk Pertahanan yang Sah


Liputan6.com, Vatican City - Paus Fransiskus pada Minggu (9/2/2025) menegaskan bahwa penggunaan kekuatan bersenjata hanya dapat dilakukan untuk pertahanan yang sah dan harus selalu mematuhi hukum internasional. Pernyataan ini ia sampaikan dalam Misa Tahun Yubileum bagi anggota militer, kepolisian, dan aparat keamanan dari berbagai negara.

Misa yang digelar di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, menjadi penampilan publik pertama Paus Fransiskus sejak didiagnosis bronkitis pada Kamis lalu. Namun, setelah beberapa kata, ia menyerahkan pembacaan homili kepada asistennya, mengakui bahwa ia mengalami kesulitan bernapas.

Mengutip laman Independent, Senin (10/2), dalam doa terakhirnya, Paus Fransiskus mengutip ajaran Konsili Vatikan II, yang menyatakan bahwa anggota militer harus melihat diri mereka sebagai pelayan keamanan dan kebebasan rakyat.

"Pelayanan bersenjata ini hanya boleh digunakan untuk pertahanan yang sah, bukan untuk menaklukkan negara lain, dan harus selalu mematuhi konvensi internasional terkait konflik," ujar Paus.

Ia juga kembali menyerukan seruan perdamaian, mengutip berbagai konflik yang masih berlangsung di dunia, termasuk Ukraina, Timur Tengah, Myanmar, dan Sudan.

"Biarlah senjata-senjata dibungkam di mana pun, dan dengarkanlah jeritan rakyat yang meminta perdamaian," tambahnya.

Masalah Kesehatan Serius Paus Fransiskus

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang