Liputan6.com, Islamabad - Sepanjang tahun lalu, gejolak mengganggu hubungan antara China dan Pakistan. Serangan teror yang mematikan telah tercatat dalam jumlah tertinggi dalam satu dekade dan telah menghambat upaya untuk memperdalam kerja sama bilateral kedua negara. Banyak yang secara khusus menargetkan proyek konstruksi dan pekerja Tiongkok yang ada di Pakistan.
Lonjakan serangan telah memperketat hubungan antara Beijing dan Islamabad, meningkatkan prospek bahwa Pakistan mungkin kehilangan rekan terpentingnya selama periode ketidakstabilan politik dan ekonomi yang mendalam.
Di tengah kekacauan ini, Pakistan telah mengadopsi strategi baru untuk menenangkan China. Dengan menerapkan elemen-elemen "Great Firewall" China, Islamabad bertujuan untuk mendapatkan kembali kendali atas populasinya, menekan perbedaan pendapat politik, dan meningkatkan kondisi keamanan dengan harapan mencegah Beijing menarik investasinya.
Lewat kebijakan Firewall, ini akan memungkinkan pihak berwenang untuk memantau lalu lintas daring dan mengatur penggunaan aplikasi populer dengan kontrol yang lebih besar dari sebelumnya, dikutip dari laman Al Jazeera, Sabtu (1/2/2025).
Tetapi lan...

1 tahun yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)