6 bulan yg lalu

Menkeu Purbaya Heran: Uang Pemerintah Rp 285 Triliun Cuma Nganggur di Deposito?


Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, mendapati adanya dana besar milik pemerintah pusat yang disimpan dalam bentuk simpanan berjangka di perbankan.

Nilainya tak main-main mencapai Rp 285,6 triliun per Agustus 2025. Jumlah itu melonjak signifikan dibandingkan akhir tahun lalu.

Ia membeberkan, pada Desember 2024 dana serupa tercatat Rp 204,2 triliun, sementara di 2023 nilainya hampir sama yakni Rp 204,1 triliun.

“Agak aneh nih, kalau saya mau kritik-kritik. Wah, pemerintah pusat banyak duitnya, ya. Coba itu Desember 2024 yang di simpanan berjangka ada Rp 204,2 triliun. Di 2023 Rp 204,1 triliun juga. Sekarang (Agustus 2025) yang di berjangka tuh ada Rp 285,6 triliun. Uang apa itu? Nanti kita akan investigasi,” kata Purbaya dalam acara 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, di Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Purbaya mengaku telah bertanya asal-muasal dana tersebut kepada jajarannya. Namun, jawaban yang diterimanya belum memuaskan.

“Jangan sampai uang nganggur juga punya saya di perbankan. Tapi kalau saya tanya anak buah saya, nggak tau tuh uang apa. Mungkin pada ngibul ya,” ujarnya.

Ia menduga dana jumbo itu bukan murni kas pemerintah pusat, melainkan simpanan dari lembaga atau entitas di bawah kementerian yang ditempatkan dalam bentuk deposito untuk memperoleh bunga. Oleh sebab itu, pihaknya akan menelusuri mendalam mengenai dana tersebut.

“Kita masih investigasi itu uang apa. Tapi, kalau saya tanya anak buah saya, mereka bilang nggak tau. Tapi, saya yakin mereka tahu. Itu kan naruhuang di deposito untuk dapat bunga, kan?,” ujarnya.

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang