1 tahun yg lalu

Mengenal Ingenuity, Helikopter Pertama yang Terbang di Mars


Liputan6.com, Jakarta - Helikopter Ingenuity milik NASA merupakan bagian dari misi Mars 2020 yang dibawa ke Planet Merah bersama rover Perseverance. Misi robot ini sederhana namun menantang, yakni membuktikan bahwa penerbangan terkendali dapat dilakukan di Mars, sebuah planet dengan atmosfer yang jauh lebih tipis dibandingkan bumi.

Melansir laman NASA pada Senin (16/12/2024), misi Ingenuity sukses besar dan melampaui harapan para peneliti di Bumi. Hingga akhirnya, helikopter ini mengalami kecelakaan yang membuatnya terpaksa berhenti beroperasi pada awal 2024 lalu.

Keempat bilah baling-balingnya patah saat helikopter itu jatuh ke hamparan pasir dan terguling. Baru-baru ini, NASA mengungkap hasil investigasi tentang penyebab jatuhnya helikopter Mars Ingenuity.

Hal ini adalah investigasi kecelakaan pesawat pertama yang dilakukan di planet lain. Menurut laporan yang dirilis oleh NASA Jet Propulsion Laboratory dan AeroVironment, sistem navigasi penglihatan Ingenuity yang dirancang untuk mendeteksi tekstur fitur di permukaan Mars, dibingungkan oleh medan yang berpasir.

Akibatnya, Ingenuity salah memperkirakan kecepatan saat mencoba mendarat dan mengakibatkan pendaratan yang keras. Menggunakan data yang dikumpulkan dari jauh, termasuk foto yang diambil setelah penerbangan terakhir Ingenuity, penyelidik meyakini kesalahan navigasi menyebabkan kecepatan horizontal yang sangat tinggi saat mendarat.

Hal ini mengakibatkan Ingenuity mengalami benturan keras saat menabrak lereng berpasir, kemudian membuatnya bergoyang dan terguling. Teknisi NASA awalnya memperkirakan baling-baling Ingenuity rusak dan patah setelah bersentuhan dengan permukaan Mars saat jatuh.

Kini, mereka yakin baling-baling tersebut patah karena perubahan arah yang cepat mengakibatkan beban pada bilah baling-baling berputar cepat melebihi batas desainnya. Bahkan, bagian dari salah satu bilah baling-baling Ingenuity terlempar hingga 14,9 meter dari tempat peristirahatan terakhir helikopter itu.

Sehari setelah kecelakaan, komunikasi dengan Ingenuity kembali pulih dan helikopter ini masih mengirimkan data uji cua...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang