4 bulan yg lalu

Maladaptive Daydreaming, Ketika Khayalan Menjadi Adiksi


maladaptive daydreaming

Artikel ini membahas suatu kondisi manusia yang berkhayal secara berlebihan dan dapat menganggu aktivitas di dunia nyata.

Di antara kamu pasti ada yang senang menghabiskan sedikit waktunya untuk melamun. Entah melamun memikirkan masa depan, kesalahan yang baru saja dibuat, pengalaman memalukan, sampai melamun memikirkan cerita khayalan sendiri.

Saking lelah dan bosan dengan kehidupan di dunia nyata, akhirnya kamu menghabiskan waktumu untuk melamun memikirkan cerita menarik bak drama Korea yang membuat kamu merasa bahagia.

Kalau bahasa kerennya sekarang, halu! Hahaha. Siapa nih yang kebanyakan halu?

Halu atau melamun dalam batas wajar sih sah-sah aja, kamu juga tetap bisa membedakan dunia khayalan dengan dunia nyata. Paling terpenting, kamu tidak menarik diri dari dunia nyata kamu.

Tapi hati-hati, kalau kamu mulai merasakan khayalan sangat nyata dan hal tersebut dapat menyita sebagian besar waktu kamu untuk berkhayal. Lebih parah, kalau kamu sudah tidak bisa membedakan mana hal di dunia nyata dengan hal di dunia khayalan.

Emang ada yang kayak gitu? Ada. Beberapa orang di dunia ini pernah mengalaminya, atau mungkin kamu salah satunya? Jika iya, bisa jadi kamu menderita maladaptive daydreaming.

Kalau belum pernah mendengar maladaptive daydreaming seperti apa, yuk baca ulasan ini sampai habis ya.

Baca Juga: Cara Menjaga Kesehatan Mental Selama Pandemi Covid-19

Apa Itu Maladaptive Daydreaming?

Penyebab Maladaptive Daydreaming

Penderita Maladaptive Daydreaming cenderung menarik diri (Sumber: indianexpress.com)

Maladaptive daydreaming adalah ketika kondisi seseorang terjebak dalam khayalan mereka dalam waktu yang lama, sehingga mengabaikan hubungan dan kewajiban di dunia nyata.

Penyebab maladaptive daydreaming terjadi ketika seseorang mengalami trauma, kekerasan, maupun kesepian. Mereka mencar...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang