9 bulan yg lalu

Makna Innalillahi wa Inna Ilaihi Roji'un, Bukan Sekadar Ucapan Duka


Liputan6.com, Jakarta Ketika kabar duka menyapa, lidah umat Islam biasanya secara refleks mengucapkan, Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Kalimat ini begitu akrab di telinga, bahkan mungkin menjadi bacaan pertama yang diingat ketika mendengar seseorang wafat. Namun, di balik lafaz yang pendek ini, tersimpan makna mendalam yang bukan hanya untuk kematian, tetapi juga setiap musibah yang menimpa.

Sayangnya, banyak yang belum memahami hakikat kalimat ini. Ia dianggap sebatas ucapan formalitas dalam suasana berduka. Padahal, kalimat istirja’ ini merupakan salah satu bentuk keimanan dan penghambaan diri yang agung kepada Allah SWT. Ucapan ini merupakan bentuk tawakal, kesabaran, dan pengakuan bahwa segala yang ada di dunia ini adalah milik Allah dan akan kembali kepada-Nya.

Liputan6.com akan mengulas secara lengkap makna kalimat Innalillahi wa inna ilaihi roji’un, waktu dan kondisi pengucapannya, serta doa-doa yang mengandung kalimat ini sebagai bentuk dzikir dan doa ketika menghadapi musibah, sebagaimana tuntunan dari Al-Qur’an, hadits, dan pandangan para ulama, Selasa (1/7/2025).

Arti Innalillahi wa Inna Ilaihi Roji’un

Kalimat Innalillahi wa inna ilaihi roji’un adalah bagian dari firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 156:

إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn

Artinya: "Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan hanya kepada-Nya kami akan kembali." (QS. Al-Baqarah: 156)

Ayat ini menunjukkan bahwa setiap manusia dan segala sesuatu di alam semesta ini hakikatnya adalah milik Allah. Segala bentuk kehilangan, musibah, atau kesedihan yang kita alami adalah bagian dari ujian hidup yang harus dihadapi dengan sabar dan tawakal.

Menurut Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1 (2006), dijelaskan bahwa orang-orang yang mengucapkan kalimat ini saat musibah sedang menghibur dirinya dengan mengingat bahwa diri mereka adalah mil...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang