Liputan6.com, Jakarta Pemerintah dinilai telah berhasil menata ulang sumur minyak rakyat yang selama ini mengundang polemik.
Menurut Pengamat Ekonomi Hendry Cahyono, langkah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang melegalkan 45.000 sumur minyak rakyat melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 itu bakal mengerek lifting nasional.
“Besar atau kecil (sumur) itu pasti berpengaruh terhadap lifting total nasional kita,” kata Hendry, dikutip Kamis (16/10/2025).
Hendry menjelaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah menunjukkan arah kebijakan energi yang berpihak pada kemandirian nasional dan kesejahteraan masyarakat. Ia menilai kebijakan ini bukan hanya fokus pada proyek besar, tetapi juga membuka ruang bagi partisipasi masyarakat daerah.
“Sesuatu yang sudah ditargetkan dan itu sudah melampaui target tentu ini bagus ya. Dan saya rasa itu sudah on the right track di track yang benar,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebijakan pemerintah menata ulang dan melegalkan sumur rakyat juga membantu memenuhi kebutuhan. minyak di dalam negeri. Sehingga, kebijakan ini bisa memperkecil kuota impor migas Indonesia.
“Per Agustus 2025, produksi minyak Indonesia mencapai sekitar 608.000 barel per hari. Ini tentu capaian positif dan patut diapresiasi. Namun, kebutuhan nasional kita masih jauh lebih besar, yakni sekitar 1,6 juta barel per hari. Artinya, Indonesia masih harus mengimpor sekitar 1 juta barel per hari," kata dia.

6 bulan yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)