5 bulan yg lalu

Kronologi RTM Malaysia salah sebut nama Prabowo di KTT ke-47 ASEAN


Jakarta (ANTARA) - Terdapat insiden menarik dan mencuri perhatian yang terjadi dalam siaran langsung Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Minggu (26/10).

Media nasional milik pemerintah Malaysia, Radio Televisyen Malaysia (RTM), secara terbuka menyampaikan permohonan maaf usai komentator-nya salah menyebut nama Presiden Republik Indonesia. Dalam tayangan tersebut, sosok Presiden Prabowo Subianto disebut sebagai Presiden Joko Widodo saat tiba di lokasi acara.

Kekeliruan itu sontak menjadi sorotan publik, terutama karena momen tersebut disiarkan secara langsung dan disaksikan oleh berbagai media internasional. Pihak RTM pun segera memberikan klarifikasi resmi dan menyatakan penyesalan atas kesalahan yang terjadi, sembari menegaskan komitmen mereka untuk tetap menjaga profesionalisme dalam setiap siaran.

Berikut penjelasan lengkap mengenai kronologi dan permohonan maaf RTM ke Indonesia, sebagaimana dihimpun dari berbagai sumber.

Baca juga: RTM Malaysia minta maaf keliru sebut nama Presiden RI di KTT ASEAN

Kronologi kejadian

Insiden salah sebut nama Presiden Republik Indonesia oleh Radio Televisyen Malaysia (RTM) terjadi saat sesi penyambutan resmi para kepala negara di Pusat Konvensyen Kuala Lumpur (KLCC), Minggu (26/10).

Dalam momen tersebut, setiap pemimpin negara dipanggil secara bergiliran oleh pembawa acara dan disambut langsung oleh Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim.

Ketika tiba giliran Indonesia sekitar pukul 09.00 waktu setempat, komentator RTM yang bertugas dalam siaran langsung justru menyebut nama yang keliru. Dalam tayangan terdengar jelas ucapan, “Yang terhormat Presiden Indonesia Joko Widodo.”

Padahal, masa jabatan Joko Widodo telah berakhir pada Oktober 2024, sementara Prabowo Subianto resmi menjabat sebagai Presiden ke-8 Indonesia sejak 20 Oktober 2024 dan genap setahun memimpin pada Oktober 2025.

Meski terjadi kekeliruan, Presiden Prabowo tetap menunjukkan sikap tenang. Ia turun dari kendaraan, bersalaman dengan Perdana Menteri Anwar Ibrahim, dan berbincang ringan sebelum melanjutkan langkah ke ruang pertemuan utama.

Baca juga:

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang