Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata mengaku sedang mempelajari tren wisata yang kini terpantau bergeser dari kuantitas menjadi kualitas untuk meningkatkan pendapatan negara dari sektor pariwisata.
“Sekarang kita dibebankan dengan devisa yang lebih tinggi, spending (pengeluaran) wisatawan juga harus lebih tinggi. Ketika saya melihat, ketika spending, itu berarti orang harus mengeluarkan lebih. Kalau mengeluarkan lebih, berarti harus ada barang yang dia beli,” kata Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar Rizki Handayani Mustafa dalam Musyawarah Nasional (Munas) XVIII PHRI, di Bogor, Selasa.
Rizki menyebut sektor pariwisata perlu mengikuti tren untuk mencari peluang atau pasar baru yang dapat membuat wisatawan mau mengeluarkan dana lebih untuk tinggal dan menikmati pengalaman berwisata di Indonesia.
Terkait hal ini, Kementerian Pariwisata menyadari bahwa terdapat sejumlah pasar yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan negara. Misalnya seperti wisata kuliner (gastronomi), wisata bahari (marine) dan wisata kebugaran (wellness tourism).
Baca juga: Kemenpar sukses jaga pertumbuhan wisatawan dalam 100 hari kerja
Adapun hal-hal yang dapat dikembangkan di dalamnya seperti pengembang...

1 tahun yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)