Kaya Nikel, Seberapa 'Mulus' Langkah RI Jadi Raja EV Battery?
Ayo bagikan!
Indonesia masih menjadi negara penghasil nikel terbesar di dunia dan menyumbang 40% nikel global dengan total sumber daya bijih nike mencapai 18,5 miliar ton dan total cadangan nikel tembus 5,3 miliar ton bijih.
Kementerian ESDM mencatat terdapat 97 smelter dengan proses pirometalurgi yang memproses bijih nikel kadar tinggi serta akan terdapat 19 smelter hidrometalurgi yang memanfaatkan bijih nikel kadar rendah.
Head of Sustainability Nickel Industries Limited, Muchtazar mengatakan pemanfaatan bijih nikel RI terus meningkat seiring dengan naiknya kebutuhan nikel untuk industri kendaraan listrik.
Menilik sumber daya yang besar, Indonesia menjadi unggul untuk menjadi raja bateri listrik dunia. Namun Indonesia masih membutuhkan sokongan dan pasokan mineral lain seperti Lithium, dukungan kolaborasi, investasi dan teknologi sehingga membutuhkan kolaborasi dan investasi negara lain.
Seperti apa prospek dan tantangan RI Jadi Raja EV Battery? Selengkapnya simak dialog Safrina Nasution dengan Head of Sustainability Nickel Industries Limited, Muchtazar dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Senin, 01/0/2024)
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT