1 tahun yg lalu

Jadilah traveler yang ramah iklim!


Merasa nggak sih akhir-akhir ini cuaca semakin aneh? Sekarang bulan Juli yang seharusnya musim kemarau tapi masih sering hujan deras, bahkan banjir di sebagian tempat! Kalau ditarik lagi jauh ke belakang, ketika saya bersekolah SD-SMA di Jakarta, ruang kelas tidak ada AC ya santai aja karena saya setua itu zaman dulu cuacanya tidak sepanas sekarang. Bayangkan, berapa derajat Celcius kenaikan suhu bumi!

Penyebab perubahan iklim ini adalah emisi karbon yang merujuk pada pelepasan gas karbon dioksida (CO2) ke atmosfer. Penyumbang terbesarnya adalah pembakaran bahan bakar fosil, seperti minyak, batu bara, dan gas, yang berkontribusi 87% melonjaknya kuantitas CO2 di udara.

Sementara itu, industri pariwisata menyumbang 8% emisi karbon dunia pada 2009-2013. Sebagai traveler yang menggantungkan hidup dari pariwisata, saya mengaku sangat sulit untuk tidak berkontribusi terhadap perubahan iklim. Tapi Anda tidak usahlah jadi SJW (social “julid” warrior) yang mengecam saya, kecuali jika Anda seorang vegan, tidak traveling sama sekali, dan tidak beranak. Hehe!

Saya yakin kita semua sudah berusaha ramah lingkungan dengan selalu bawa botol minum, tas belanja sendiri, tidak pakai sedotan, dan lain-lain. Tapi ternyata masih banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi emisi karbon. Saya belajar saat ikut trip

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang