Jakarta, CNBC Indonesia - Hacker asal China menargetkan telepon yang digunakan tim kampanye calon presiden dari Partai Demokrat, Kamala Harris, kata seorang sumber yang mengetahui situasi tersebut. Hacker ini menyadap sistem perusahaan telekomunikasi Verizon.
Mengutip laporan Reuters, Calon presiden Republik Donald Trump dan pasangannya, JD Vance, juga menjadi sasaran. Meski demikian, belum ada konfirmasi laporan tersebut.
Sebelumnya, The New York Times melaporkan bahwa para penyelidik sedang berupaya untuk menentukan informasi apa yang dicuri dari Trump dan Vance, jika memang ada.
Tim kampanye menyebut bahwa Trump dan Vance termasuk di antara sejumlah orang yang nomor teleponnya menjadi sasaran melalui infiltrasi sistem Verizon, sebut laporan Times. Meski begitu, tim kampanye Trump tidak mengonfirmasi bahwa telepon Trump dan Vance menjadi sasaran.
Steven Cheung, direktur komunikasi tim kampanye, mengatakan Wakil Presiden Harris telah membuat China dan Iran berani menyerang infrastruktur AS untuk mencegah Trump kembali menjabat.
Kendati belum jelas situasi spesifiknya, Kedutaan Besar China di Washington mengatakan bahwa mereka menentang dan memerangi serangan siber dan pencurian siber dalam segala bentuk.
"Pemilihan presiden adalah urusan dalam negeri Amerika Serikat. China tidak berniat dan tidak akan ikut campur dalam pemilihan AS," kata juru bicara kedutaan saat dimintai komentar.
Tim kampanye Harris belum menanggapi permintaan komentar terkait laporan serangan siber.
(hsy/hsy)
Baca Seluruh Artikel
1 tahun yg lalu




![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)