1 tahun yg lalu

Ilmuwan Inggris Kembangkan Vaksin Kurangi Produksi Metana pada Kentut Sapi


Jika vaksin ini berhasil dikembangkan, tantangan berikutnya adalah penerimaan masyarakat.

Menurut Joseph McFadden, profesor Biologi Ternak di Cornell University, vaksin ini bisa menjadi "cawan suci" dalam upaya mengurangi emisi metana, karena dapat memberikan efek jangka panjang dengan satu dosis saja. Namun, ia menegaskan bahwa pengembangannya membutuhkan waktu lama dan banyak uji coba sebelum bisa diproduksi secara massal.

Ia juga menyoroti bagaimana misinformasi dapat menjadi kendala besar, seperti yang terjadi pada Bovaer, suplemen pakan berbasis nitrat yang sempat menjadi kontroversi di Inggris meskipun telah disetujui untuk digunakan dan dinyatakan aman.

Dirk Werling, profesor Imunologi Molekuler di Royal Veterinary College yang juga terlibat dalam pengembangan vaksin ini, mengatakan bahwa komunikasi yang objektif dan transparan sangat penting dalam menghadapi misinformasi.

"Sejak pandemi, banyak isu yang dibahas secara hitam-putih. Apa pun hasil yang kami temukan, akan selalu ada yang mendukung dan ada yang mengkritik. Tetapi jika penelitian ini bisa membantu mengurangi dampak pemanasan global, bagi saya itu sudah cukup," katanya.

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang