Liputan6.com, Jakarta PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menjalin kerja sama strategis dengan Climate Policy Initiative (CPI) untuk memperkuat manajemen risiko iklim pada sektor infrastruktur.
Melalui perjanjian kerja sama ini, IIF dan CPI akan mengembangkan kebijakan dan pedoman sektoral terkait risiko iklim, dengan tujuan mengintegrasikan faktor-faktor risiko iklim ke dalam perencanaan strategis dan kerangka manajemen risiko perusahaan.
Kerja sama ini ditandatangani oleh Rizki Pribadi Hasan, Interim CEO/CFO IIF, Lestari Andaluscia Umardin, Chief Risk Officer IIF, serta Tiza Mafira, Direktur CPI Indonesia.
Rizki Pribadi Hasan mengungkapkan bahwa kemitraan ini berperan penting dalam meningkatkan kapasitas IIF untuk mengelola risiko finansial akibat perubahan iklim.
“Dengan adanya kolaborasi ini, kami dapat lebih baik dalam menghadapi risiko-risiko yang muncul dari perubahan iklim, sekaligus memperkuat kontribusi kami terhadap pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia,” ujarnya.
Dukungan untuk Pencapaian Net Zero Emission
Kolaborasi dengan CPI juga diharapkan dapat memberikan analisis mendalam terkait risiko iklim yang akan menjadi referensi strategis dalam penyusunan kebijakan manajemen risiko di Indonesia Infrastructure Finance.
Selain itu, kedua pihak akan bekerja sama dalam merumuskan strategi mitigasi yang tepat guna mendukung pencapaian target Net Zero Emission Pemerintah Indonesia pada tahun 2060. Strategi ini sejalan dengan standar aturan dan pedoman yang relevan, baik di tingkat nasional maupun global.

1 tahun yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)