Liputan6.com, Jakarta - Haji dan umrah merupakan ibadah yang memiliki pahala istimewa. Di antara pahala haji dan umrah diriwayatkan dalam salah satu hadis.
Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Umrah ke umrah yang berikutnya adalah menjadi penutup dosa dalam waktu antara dua kali umrahan itu, sedang haji mabrur, maka tidak ada balasan bagi yang melakukannya itu melainkan surga." (Muttafaq 'alaih).
Setiap muslim tentunya ingin melaksanakan kedua ibadah yang hanya dilaksanakan di kota Makkah Al-Mukarromah ini. Namun, tidak semua muslim mampu untuk melaksanakannya.
Dalam kajian Ustadz Adi Hidayat (UAH), salah seorang jemaah bertanya, di antara ibadah haji dan umrah mana yang seharusnya didahulukan muslim?
Simak penjelasan UAH di bawah ini.
Saksikan Video Pilihan Ini:
Pencarian Korban Jatuh dari Kapal, Basarnas Cilacap Sisir hingga Perairan Jabar
Penjelasan UAH
UAH menjelaskan bahwa jika mampu dan memiliki kesempatan, maka dahulukan ibadah haji. Sebab, pada umumnya muslim yang pergi melaksanakan ibadah haji tentunya akan melaksanakan umrah. Sebaliknya, jika seorang muslim pergi melaksanakan umrah, belum tentu bisa melaksanakan ibadah haji.
"Apalagi program kita yang difasilitasi depag dari pemerintah, datang ke Makkah itu umumnya (haji) tamattu'. Apa itu tamattu? Umrah dulu baru haji. Jadi, setiap yang (ibadah) haji, punya kesempatan umra...

10 bulan yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)