10 bulan yg lalu

Gaet Perusahaan Spanyol, Industri Lokal Bantu Tekan Impor Pipa Baja


Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Setia Diarta menyatakan, ada potensi pertumbuhan yang sangat menjanjikan pada industri logam dasar, yang tumbuh sebesar 14,47% secara tahunan lonjakan besar dibandingkan pertumbuhan sektor manufaktur non-migas lainnya yang hanya 4,31%.

Investasi juga menunjukkan tren positif, dengan lebih dari 67 triliun rupiah atau sekitar 4 miliar dolar AS masuk ke sektor ini. Pada tahun 2024, Indonesia memproduksi 17 juta ton crude steel.

"Dan menempatkan kita di peringkat ke-14 dunia. Saat ini, kita memiliki 14 produsen OCTG dalam negeri dengan kapasitas yang memadai, namun baru dimanfaatkan sekitar 40%. Ini menunjukkan potensi besar untuk meningkatkan produksi dalam negeri dan mendukung kebutuhan sektor minyak dan gas nasional secara lebih optimal," kata dia.

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang