Liputan6.com, Jakarta - Rajab adalah salah satu bulan yang memiliki keistimewaan dan termasuk dalam empat bulan mulia dalam Islam. Bulan Rajab ini menjadi kesempatan bagi kita untuk memperbarui diri dalam beribadah.
Rasulullah SAW juga mengungkapkan bahwa Rajab adalah bulannya Allah SWT. Bulan yang dilarang keras melakukan maksiat, serta diperintahkan bagi kita untuk beramal sholeh.
Namun, di balik kemuliaan bulan ini, ternyata menyimpan duka yang mendalam bagi Nabi Muhammad SAW yaitu wafatnya Abu Thalib.
Beliau adalah paman yang sangat dekat dengan Nabi. Abu Thalib berperan besar dalam kehidupan Nabi, terutama pada masa-masa awal dakwah Islam yang penuh tantangan.
Akan tetapi, kemudian muncul perdebatan perihal status keimanan Abu Thalib pada saat wafat. Ingin tahu lebih lanjut tentang kisahnya? Berikut ulasannya dikutip dari NU Online.
Saksikan Video Pilihan ini:
Kesibukan Salon Kambing Cilacap Sebelum Idul Adha
Perjuangan Abu Thalib dalam Membela Nabi
Sejak Abdul Muthalib (kakek Nabi) wafat, usia Nabi Muhammad masih kanak-kanak, yaitu baru 8 tahun 2 bulan 10 hari. Pengasuhan Nabi kemudian diserahkan kepada Abu Thalib, sang paman.
Seperti kakeknya dulu, k...

1 tahun yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)