1 tahun yg lalu

Daftar 20 Kota Paling Polusi di Dunia, Mayoritas dari Asia


Liputan6.com, Bern - Menurut sebuah studi baru, hanya satu dari 20 kota paling polusi atau paling tercemar di dunia tahun 2024 lalu berada di luar Asia.

Laporan CNN yang dikutip Selasa (11/3/2025) menyebut mayoritas kota-kota itu – 13 – berada di negara terpadat di dunia, India, di mana pertumbuhan ekonomi yang pesat sebagian besar didorong oleh batu bara dan di mana ratusan juta orang tinggal di kota-kota besar yang macet dan padat lalu lintas.

Empat kota lainnya berada di negara tetangga Pakistan, yakni dari China dan Kazakhstan.

Satu-satunya kota di luar Asia yang ditampilkan dalam daftar tersebut adalah N'Djamena, ibu kota Chad di Afrika tengah – yang dinobatkan sebagai negara dengan polusi udara terburuk.

Sementara itu, kota-kota dengan polusi terburuk di Amerika Utara semuanya berada di California.

Laporan oleh IQAir, sebuah perusahaan Swiss yang melacak kualitas udara global, secara khusus mengamati partikel halus, atau PM2.5, salah satu polutan terkecil tetapi paling berbahaya.

PM2,5 berasal dari sumber-sumber seperti pembakaran bahan bakar fosil, badai debu, dan kebakaran hutan. Ukurannya sangat kecil – 1/20 dari lebar rambut manusia – sehingga dapat melewati pertahanan tubuh Anda dan masuk ke paru-paru atau aliran darah.

Partikel tersebut menyebabkan iritasi dan peradangan serta telah dikaitkan dengan masalah pernapasan dan penyakit ginjal kronis. Paparan dapat menyebabkan kanker, stroke, atau serangan jantung dan telah dikaitkan dengan risiko depresi dan kecemasan yang lebih tinggi.

World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan kadar tahunan rata-rata PM2,5 tidak boleh melebihi 5 mikrogram per meter kubik.

Byrnihat, kota industri di timur laut India mencatat konsentrasi PM2,5 sebesar 128,2 tahun lalu – lebih dari 25 kali lipat standar WHO.

"Rasanya sangat sedih dan tidak berdaya bahwa Byrnihat terus berada di puncak daftar," kata Suman Momin, 26 tahun, yang tinggal di kota berpenduduk sekitar 70.000 orang, kepada CNN.

Suman Momin menyalahkan pabrik-pabrik di sekitar kota dan industri konstruksi yang sedang berkembang pesat serta penebangan pohon sebagai penyebab udara ...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang