Liputan6.com, Gaza - Pada dini hari, dokter kandungan dan kebidanan Somaya Shomer bergegas menuju Rumah Sakit Lapangan al-Awda di kamp pengungsi al-Nuseirat, Jalur Gaza Tengah. Menyeimbangkan perannya sebagai dokter dan ibu dari tiga anak, dia membantu perempuan melahirkan di tengah perang dan kehancuran.
"Pada kehamilan sebelumnya, saya menikmati setiap tahapnya," tutur dokter kandungan berusia 34 tahun itu, saat memasuki ruang pemeriksaan yang kini berfungsi sebagai klinik sekaligus tempat berlindung.
"Tetapi kali ini saya dipenuhi kekhawatiran, tentang kesehatan saya, kekurangan makanan, dan konflik yang terus berlanjut," katanya, dikutip dari Antara News, Senin (20/10/2025).
Sebelum kehamilannya mencapai tahap akhir, Shomer bekerja lebih dari 50 jam sepekan.
"Sekarang saya bekerja sekitar 35 jam. Setiap hari kami menerima lebih dari 200 kasus, dan angka tersebut terus meningkat seiring pengungsian," ungkapnya.
Meskipun bekerja sebagai dokter, Shomer menghadapi tantangan yang sama dengan pasiennya. Setiap pagi, dia menyiapkan makanan sederhana berupa roti dan sayuran untuk keluarganya sebelum berangkat kerja.
"Saya cepat lelah dan tidak bisa mengakses makanan seperti susu atau buah yang dibutuhkan ibu hamil. Kerap kali saya makan porsi kecil yang tidak cukup untuk bayi," ujarnya.
Saat pulang ke rumah, rasa lelah sering kali menghalanginya untuk menghabiskan banyak waktu dengan anak-anaknya. "Bahkan tidur tanpa gangguan atau segelas air bersih menjadi sebuah kemewahan. Terkadang saya tertidur masih mengenakan baju kerja," katanya.
Kondisi di rumah sakit mencerminkan krisis kemanusiaan yang lebih luas. Pasien berdesakan di koridor sempit, menunggu giliran di kursi plastik. Raungan sirene ambulans bercampur dengan tangisan. Perawat mencatat kedatangan baru, sementara dokter memberikan perawatan dengan peralatan seadanya.
"Banyak rekan kami yang tewas atau mengungsi," kata Heba Nassar, seorang perawat Palestina yang kehilangan rumahnya, seraya menambahkan,
"Kami bekerja dengan peralatan seadanya untuk memberikan sedikit rasa aman bagi para wanita," ujarnya.

5 bulan yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)