Jakarta -
Migrain adalah sakit kepala yang bisa menyebabkan nyeri berdenyut parah atau sensasi berdenyut, biasanya pada satu sisi kepala. Seringkali disertai mual, muntah, dan kepekaan ekstrem terhadap cahaya dan suara.
Serangan sakit kepala ini bisa berlangsung selama berjam-jam hingga berhari-hari, dan rasa sakitnya bisa sangat parah hingga mengganggu aktivitas Bunda sehari-hari.
Usut punya usut, ternyata migrain menjadi penyebab disabilitas nomor dua pada perempuan maupun laki-laki, yang berdampak penurunan kualitas hidup pada pengidapnya.
Indonesia menjadi salah satu negara tertinggi penyumbang kasus migrain di dunia. Berdasarkan data Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) 2019, Indonesia menduduki peringkat keempat penyumbang kasus migrain di dunia dengan total kasus sebanyak 3,5 juta orang.
Ada juga prevalensi migrain lebih banyak diidap oleh kelompok usia 30 hingga 39 tahun. Terlebih lagi, kondisi ini lebih banyak dialami oleh perempuan daripada laki-laki karena berkaitan dengan faktor hormon.
“Prevalensi wanita 18,9 persen sementara laki-laki 9,8 persen,” ujar Spesialis Neurologi, Dr dr Restu Susanti, SpN, SubspNN (K) M Biomed, dikutip dari laman detikcom, Jumat (14/6/2024).
Apabila berdasarkan status, Restu mengatakan kasus mirgain ini lebih banyak ditemukan pada perempuan yang sudah menikah dibandingkan dengan yang belum menikah, Bunda. Ia pun menambahkan bahwa hal in bisa berdampak negatif terhadap hubungan perkawinan dan pengasuhan anak-anak.
“Di Iran dilaporkan tiga kali lebih sering pada wanita yang sudah menikah daripada belum menikah, di China juga seperti itu dari laporannya. Jadi, ...

1 tahun yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)