Jakarta -
Menjalani kehamilan kembar sangat berat dan penuh tantangan. Setelah melahirkan, Bunda dengan anak kembar juga bisa mengalami kesulitan baru untuk beradaptasi. Mereka bahkan bisa lebih berisiko mengalami depresi pasca persalinan.
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), depresi pasca persalinan merupakan jenis depresi yang menyebabkan perasaan sedih, cemas, dan putus asa yang hebat, sehingga membuat orang yang mengalaminya tidak dapat melakukan tugas sehari-hari.
"Depresi pasca persalinan dapat terjadi hingga satu tahun setelah melahirkan, namun paling sering dimulai sekitar satu sampai tiga minggu setelah melahirkan," tulis ACOG, dikutip dari laman resminya.
Memiliki anak kembar dan risiko depresi pasca melahirkan
NHS Inggris menjelaskan bahwa 1 dari 10 perempuan mengalami depresi pasca persalinan dalam waktu satu tahun setelah melahirkan. Angka ini sedikit lebih tinggi pada ibu yang memiliki lebih dari satu bayi atau anak kembar, Bunda.
Ada beberapa kemungkinan penyebab ibu yang memiliki anak kembar rentan mengalami depresi pasca persalinan, seperti:
1. Bayi kembar dirawat di NICU
Anak kembar lebih mungkin dirawat di unit neonatal setelah dilahirkan. Diperkirakan hal tersebut dapat meningkatkan kemungkinan depresi pasca persalinan. Alih-alih merayakan kelahiran bayi, Bunda justru menghadapi kekhawatiran, stres, hingga muncul rasa bersalah.
2. Kehamilan rentan komplikasi
Kehamilan kembar juga rentan terhadap komplikasi dan proses kelahirannya mungkin sulit. Hal tersebut membuat seorang ibu merasa sedih dan lelah, hingga memicu depresi pasca melahirkan.
<...
1 tahun yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)