Jakarta -
Ibu hamil kerap mengonsumsi vitamin dan suplemen selama kehamilannya. Namun, ibu hamil juga perlu memperhatikan agar tidak berlebihan mengonsumsinya seperti dalam vitamin A. Kelebihan vitamin A pada ibu hamil juga berbahaya. Benarkah bisa menyebabkan cacat janin?
Dilansir laman Healthline, ibu hamil penting untuk mendapatkan nutrisi yang tepat meski ini juga berlaku pada setiap tahap kehidupan. Pada saat hamil, Bunda perlu memberikan nutrisi pada diri sendiri dan bayi yang sedang tumbuh di dalam rahim.
Carla E. Prophete, asisten dokter obgyn, menjelaskan bahwa kebutuhan asupan makronutrien meningkat secara signifikan pada masa kehamilan. Makronutrien meliputi karbohidrat, protein, dan lemak.
"Misalnya, asupan protein perlu ditingkatkan dari rekomendasi 0,36 gram per pon (0,8 gram per kg) berat badan untuk perempuan tidak hamil menjadi 0,5 gram per pon (1,1 gram per kg) berat badan untuk perempuan hamil," kata Prophete.
Begitu pula dengan kebutuhan zat gizi mikro yang meliputi vitamin, mineral, dan trace element yang lebih meningkat dibandingkan kebutuhan zat gizi makro.
Meskipun sebagian orang mampu memenuhi permintaan yang terus meningkat ini melalui pola makan yang terencana dan padat nutrisi, hal ini dapat menjadi tantangan bagi sebagian lainnya.
Manfaat vitamin A untuk ibu hamil
Dilansir laman Baby Center, Vitamin A merupakan vitamin yang larut dalam lemak yang disimpan di hati. Vitamin A penting untuk pertumbuhan embrio bayi, termasuk perkembangan jantung, paru-paru, ginjal, mata, dan tulang serta sistem peredaran darah, pernapasan, dan saraf pusat.
Menurut dr.Fredrico Patria, SpOG dalam buku Dahsyatnya Hamil Sehat & Normal, vitamin A dibu...

1 tahun yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)