
Perundingan antara AS dan Rusia untuk mengakhiri konflik Ukraina mengambil tempat di Arab Saudi. (Foto: X)
JAKARTA – Arab Saudi telah menawarkan diri sebagai tuan rumah perundingan damai terhadap konflik Rusia dan Ukraina. Bukan tanpa sebab, kerja sama Arab Saudi dan Rusia telah berkembang selama dekade terakhir menjadi kemitraan strategis karena adanya keselarasan strategi Rusia dan di berbagai wilayah di Timur Tengah, dikombinasikan dengan niat Arab Saudi untuk secara tidak resmi terlibat dalam "lindung nilai" terhadap latar belakang Perang Rusia-Ukraina.
Dari perspektif Arab Saudi, lindung nilai merupakan landasan fokus kebijakan luar negeri yang baik. Arab Saudi, dengan posisinya yang unik di panggung internasional, telah muncul sebagai pemain kunci dalam upaya perdamaian antara Rusia dan Ukraina. Negara ini tidak hanya menawarkan diri sebagai tempat untuk negosiasi, tetapi juga secara aktif terlibat dalam berbagai inisiatif diplomatik untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak Februari 2022.
Lantas, apa yang mendorong Arab Saudi untuk mengambil peran sebagai penengah dalam konflik Ukraina?
1. Citra sebagai Negara Netral
Arab Saudi ingin memproyeksikan dirinya sebagai negara yang netral dan tidak berpihak dalam konflik global. Dengan menjadi tuan rumah bagi diskusi damai, Arab Saudi berharap dapat meningkatkan citra internasionalnya sebagai negara yang cinta perdamaian.
...
1 tahun yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)