9 bulan yg lalu

Apa Kabar Rencana Impor Migas dari AS?


Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia masih akan membahas rencana impor migas (minyak dan gas bumi) dari Amerika Serikat (AS). Saat ini pemerintah Indonesia masih terus melakukan negosiasi tarif dagang dengan Amerika.

Adapun Indonesia telah menawarkan impor energi dari Negeri Paman Sam senilai USD 15,5 miliar, atau setara Rp 251,1 triliun (kurs Rp 16.200 per dolar AS). Sebagai upaya melobi Washington DC untuk menurunkan tarif impor produk Indonesia.

Namun sejauh ini Bahlil belum bisa memberikan perkembangan terbaru.

"Kami dari ESDM sudah mengalokasikan sekitar USD 15 miliar untuk belanja di Amerika, kalau tarifnya juga diturunkan," ujar Bahlil di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (14/7/2025).

Ia masih menunggu kabar dari Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto selaku ketua delegasi Indonesia.

"Kemarin saya belum tahu perkembangan terakhir, karena yang akan ngomong itu adalah Pak Menko sebagai ketua delegasi," kata Bahlil.

 Menko Airlangga sendiri sudah menyatakan bahwa Pemerintah AS menunda penerapan tarif impor sebesar 32% terhadap produk asal Indonesia, yang sebelumnya direncanakan mulai berlaku 1 Agustus 2025.

“Waktunya adalah kita sebut pause. Jadi penundaan penerapan untuk menyelesaikan perundingan yang sudah ada,” ujar Airlangga.

Keputusan ini merupakan hasil dari pertemuan Airlangga dengan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dan Kepala Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) Jamieson Greer.

Kedua pihak sepakat untuk membuka ruang dialog lanjutan guna menyelaraskan proposal dagang dalam tiga minggu ke depan.

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang