9 bulan yg lalu

Antam Pastikan Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik Tak Sebatas Proyek Industri


Liputan6.com, Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) memastikan proyek ekosistem baterai kendaraan listrik bisa berdampak terhadap ekonomi. Terutama dampaknya kepada wilayah kawasan proyek.

Direktur Utama Antam, Achmad Ardianto menjelaskan pihaknya membuka diri bekerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah guna memastikan proyek berjalan inklusif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

"Pembangunan ekosistem baterai ini bukan hanya proyek industri, tetapi juga momentum transformasi kawasan timur Indonesia," tegas Ardianto dalam keterangannya, Senin (30/6/2025).

Sebagaimana diketahui, Antam terlibat dalam proyek di Halmahera Timur, sektor hulu ekosistem baterai kendaraan listrik. Proyek ini mencakup pertambangan hingga pembangunan kawasan industri.

Di dalamnya terdapat pabrik bahan baku baterai berkapasitas 30.000 ton katoda per tahun, fasilitas pirometalurgi untuk memproduksi 88.000 ton refined nickel alloy, serta pabrik daur ulang baterai dengan teknologi sirkular berkapasitas 20.000 ton logam per tahun.

"Kehadiran proyek strategis ini bukan hanya soal industrialisasi logam baterai, tapi juga simbol kebangkitan ekonomi Indonesia Timur. Serapan tenaga kerja langsung diproyeksikan mencapai 8.000 orang, dengan berbagai pelatihan dan peningkatan kapasitas SDM lokal secara bertahap," kata Ardianto.

Kerek Ekonomi Indonesia Timur

Soal dampak terhadap ekonomi daerah, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, memastikan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah untuk kelancaran agenda hilirisasi mineral yang diusung Presiden RI Prabowo Subianto.

“Kami sangat mengapresiasi niat besar pemerintah pusat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia, termasuk Maluku Utara.” ujar Sherly.

Sherly menegaskan masyarakat adat yang ada di...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang