Liputan6.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif dagang terbaru. Pada Rabu waktu setempat, 2 April 2025, Trump mengumumkan penerapan tarif minimal 10 persen terhadap semua impor barang dari seluruh dunia.
Langkah ini memicu kekhawatiran akan perang dagang global yang lebih besar, mengingat tarif yang lebih tinggi juga diberlakukan terhadap negara-negara tertentu yang dianggapnya sebagai 'pelanggar terburuk'. Pengumuman ini disampaikan di Gedung Putih, di mana Trump menunjukkan poster yang menampilkan daftar tarif baru untuk berbagai negara.
Tarif dasar 10 persen akan mulai berlaku pada 5 April 2025, sementara tarif timbal balik yang lebih tinggi, hingga lebih dari 50 persen untuk beberapa negara, akan diterapkan mulai 9 April 2025. Langkah ini dianggap sebagai perubahan besar dalam norma perdagangan global sejak Perang Dunia Kedua. Trump menilai, kebijakan ini ditujukan untuk melawan praktik perdagangan tidak adil yang selama ini merugikan Amerika Serikat.
Mengutip BBC, Donald Trump menuturkan, tindakan itu merupakan balasan atas kebijakan perdagangan yang tidak adil. Ia juga menambahkan kalau tindakannya sangat baik dalam mengambil keputusan.
Donald Trump menuturkan, tarif akan dipakai untuk meningkatkan manufaktur AS. Langkah tersebut juga akan membuat AS kembali kaya.
Tarif merupakan bagian utama dari visi ekonomi Trump. Ia menuturkan, tarif adalah kata favoritnya dan telah lama menjadi kritik perjanjian perdagangan bebas internasional.
Alasan Lainnya
Donald Trump menilai, tarif akan mendorong konsumen AS untuk membeli lebih banyak barang buatan AS sehingga meningkatkan ekonomi negara dan meningkatkan jumlah pajak yang dikumpulkan.
Donald Trump juga ingin perkecil kesenjangan anta...

1 tahun yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)