10 bulan yg lalu

Ada Cacing Hati di Sapi Kurban? Jangan Langsung Dibuang, Lakukan Hal Ini


Berbeda dengan cacing hati yang relatif aman, antraks merupakan penyakit serius yang memerlukan penanganan khusus. Dr. Nanung menekankan perbedaan penanganan yang tegas untuk kasus antraks.

Tanda utama hewan terkena antraks dapat dilihat dari kondisi limpa. "Limpa itu indikasi hewanya kena antraks atau tidak. Kalau antraks itu limpanya seperti kebakar," jelasnya memberikan ciri-ciri yang mudah dikenali.

Bahaya antraks terletak pada kemampuan bakteri ini untuk berubah menjadi spora yang dapat menyebar ke mana-mana.

"Harus hentikan, lokalisir, karena bakteri bacillus anthracis itu kan hidupnya di pembuluh darah. Ketika hewan disembelih darahnya keluar, ketika bakteri keluar maka dia akan berubah menjadi spora. Sporanya bisa kemana-mana," papar Dr. Nanung menjelaskan mekanisme penyebaran penyakit ini.

Dr. Nanung mengingatkan pentingnya mematuhi protokol keamanan dengan menceritakan kasus nyata yang terjadi di Gunungkidul beberapa tahun lalu. Kasus ini menjadi pelajaran berharga tentang risiko yang dapat timbul jika protokol keamanan diabaikan.

"Dua atau tiga tahun yang lalu di Semanu di Dusun Jati (Kabupaten Gunungkidul) itu ada 86 orang kena penyakit antraks. Bukan delapan, 86 orang," ungkap Dr. Nanung mengingatkan kasus yang menggemparkan tersebut.

Kasus ini bermula dari ketidakpatuhan masyarakat terhadap instruksi pemusnahan hewan yang terinfeksi antraks. "Ketika petugasnya pergi, itu dibongkar lagi, mungkin eman-eman, dipotong-potong, dibagikan ke masyarakat. Akhirnya 86 orang kena antraks. 14 orang bergejala, satu orang meninggal," lanjutnya menggambarkan akibat fatal dari ketidakpatuhan tersebut.

Kasus ini menegaskan bahwa ketika ditemukan hewan yang terinfeksi antraks, seluruh bagian hewan tersebut harus dimusnahkan tanpa terkecuali.

"Nah kalau ketahuan ada antraks maka semua di situ itu harus dispose dimusnahkan atau dipendam. Kenapa? Karena bisa nyebar kemana-mana," tegas Dr. Nanung.

Dr. Nanung menutup penjelasannya dengan menekankan pentingnya memprioritaskan keselamatan manusia di atas pertimbangan material. Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat tentang nilai kehidupan yang tidak dapat digantikan.

"Lebih berharga nyawa manusia daripada daging. Insyaallah niat kurbannya sudah sampai ke Allah," pungkasnya, memberikan perspektif spiritual yang menenangkan sekaligus menegaskan prioritas keselamatan.

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang