1 tahun yg lalu

69% Tanah Pertanian di Indonesia Rusak Parah, Pertamina Grup Cari Solusi


Liputan6.com, Jakarta Program Jari Tangan atau Kerja Tani Berdikari Pertamina EP sukses meningkatkan produktivitas padi melalui penggunaan pupuk organik. Melalui pendampingan kepada empat kelompok tani di Kabupaten Indramayu dan Majalengka, Pertamina EP mendorong pemanfaatan limbah atau kotoran hewan menjadi bahan baku input pertanian.

Hasilnya sepanjang 2024, kelompok Pos Pelayanan Agens Hayati (PPAH) Sri Trusmi Satu mampu memproduksi pupuk organik cair sebesar 2.580 liter dan pupuk organik padat sebanyak 4.065 kg, yang diproduksi secara komersial dan telah diperjualbelikan di Indramayu, Cirebon, Kuningan, dan Subang, dengan omzet mencapai Rp84.735.000.

Indramayu merupakan salah satu lumbung padi produktif nasional. Menurut data BPS 2022, produksi gabah kering giling (GKG) dari daerah ini mencapai 1,4 juta ton per tahun, dengan luas lahan sawah mencapai 110.913 hektar, atau setara 54,4% dari total luas wilayahnya. Area Lahan Sawah Dilindungi (LSD) di kabupaten ini mencapai 122.000 hektar.

Kebalikannya, mengacu data Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), kondisi 69% tanah pertanian di Indonesia rusak parah akibat pengelolaan yang kurang tepat. Di Kabupaten Indramayu, penggunaan pupuk kimia masih mendominasi dan ketersediaan pupuk sulit ditemukan terlebih di saat musim tanam. Petani pun menjerit.

Berkaca pada banyaknya kendala dalam mengembangkan sektor pertanian di wilayah yang justru berpotensi, Pertamina EP Jatibarang Field mencari jalan keluar. Dengan menginisiasi program Jari Tangan, Perusahaan mendepankan pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian dengan konsep ramah lingkungan.

Melalui penggunaan pupuk organik dan pendekatan yang melibatkan komunitas petani, program ini tidak hanya meningkatkan produksi padi dan pendapatan petani, tetapi juga memberikan damp...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang